Breaking News

Bermaksud Olah raga Berujung Petaka : Ibu dan Anak Balita Tewas Tenggelam di Embung Sigit Tangen

 
SUARA DAERAH SRAGEN – Bermaksud olahraga berujung petaka ibu dan anak balitanya tenggelam di embung :  suasana sangat tenang di kawasan embung Sigit, Kecamatan Tangen, Sragen, mendadak mencekam pada Minggu sore (10/5/2026) Sebuah insiden memilukan menimpa satu keluarga asal Karanganyar yang tengah menghabiskan waktu di embung tersebut. Sang ibu dan anaknya yang masih balita dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di lokasi kejadian.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban meninggal adalah Debia Anetta Arabella, balita yang masih duduk di bangku PAUD kelas B, serta ibunya (identitas dalam pendataan). Sementara sang ayah, Ifan, warga Karanganyar, berhasil selamat dalam insiden tersebut.

Kepala Desa (Kades) Sigit, Wardoyo, menceritakan detik-detik mencekam tersebut. Saat kejadian, ia mengaku tengah mengikuti pengajian sebelum akhirnya dikabari oleh rekan-rekannya mengenai adanya warga yang tenggelam.

"Biasanya Embung Sigit memang ramai warga yang lari-lari sore. Tapi saat kejadian sekitar pukul 14.30 WIB itu, kondisi sebenarnya masih cukup sepi," ujar Wardoyo saat dikonfirmasi.

Tragedi bermula saat keluarga tersebut melakukan aktivitas sore di area embung. Sang ibu sedang lari keliling embung untuk berolahraga. Sementara itu, Ifan (sang ayah) duduk santai di pinggir embung bersama putrinya, Debia. Tiba-tiba, sang anak terpeleset dan jatuh ke dalam air embung yang cukup dalam.

Melihat buah hatinya tenggelam, Ifan langsung melompat untuk memberikan pertolongan. Namun, Ifan justru kesulitan dan tak kunjung muncul ke permukaan. Panik melihat suami dan anaknya dalam bahaya, sang ibu yang sedang berlari langsung terjun ke embung untuk membantu.

Nahas, niat menyelamatkan nyawa justru berujung duka. Sang anak ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa tak lama setelah kejadian. "Anaknya sudah naik (ditemukan), namun dalam kondisi meninggal dunia," lanjut Wardoyo.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap sang ibu masih terus dilakukan oleh tim gabungan dan warga setempat. Meski sang ayah berhasil selamat, ia masih mengalami trauma berat atas kejadian yang merenggut anak dan istrinya tersebut.

Diketahui, meskipun sang ayah berasal dari Karanganyar dan sang ibu merupakan warga Desa Ngrombo, keluarga ini dikabarkan memiliki rumah tinggal di Dukuh Keras, Desa Galeh, Kecamatan Tangen. 

Aiptu Indri Yuwono Bhabinkamtibmas Desa Sigit, membenarkan terjadinya laka air, ia mendapat telpon dari Bapak Carik, telah terjadi kecelakaan air, gerak cepat anggota Polsek Tangen, bersama tim medis Puskesmas Tangen relawan BPBD Ganefo ke lokasi kejadian, saat dilakukan evakuasi dua korban ibu dan anaknya ditemukan meninggal dunia " terang Indri Yuwono mewakili Kapolsek Tangen AKP.Slamet.SH.

Seorang warga setempat menyatakan bahwa lokasi embung rawan, setidaknya sudah ada dua kejadian laka air, pada tahun 2022 dan kejadian hari ini Minggu 10/5/2026, seorang ibu dan anak balitanya, sebaiknya warga yang berkunjung berhati hati, dan menjaga anak anak untuk agak jauh dari embung tersebut " pesan Paiman.

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID