Breaking News

140 Bikers 'Bedah' Jalur Tersembunyi di Bumi Sukowati Sragen


SUARA DAERAH SRAGEN – Potensi wisata desa di Kabupaten Sragen benar-benar dipacu agar naik kelas. Tak sekadar mengandalkan promosi konvensional, sebanyak 140 bikers yang menunggangi 70 sepeda motor dikerahkan untuk mengeksplorasi titik-titik "harta karun" tersembunyi lewat ajang One Day Regency Tour Sragen Adventure 2026, Minggu (10/5/2026)

Rombongan yang diinisiasi oleh Yayasan Pastika Kabupaten Sragen ini dilepas langsung oleh Ketua DPRD Sragen, Suparno. Sebelum menarik gas, para peserta yang berasal dari berbagai penjuru Bumi Sukowati ini tak langsung tancap gas. Mereka mendapatkan "menu" wajib berupa edukasi *safety riding* dari Satlantas Polres Sragen.

"Kami ingin kegiatan ini menjadi contoh. Menjelajah alam boleh, tapi ketertiban di jalan raya tetap nomor satu," tegas Suparno saat pemberangkatan di halaman Rumah Dinas Ketua DPRD.

Rute yang dipilih bukan jalur protokol biasa. Para peserta diajak menyusuri destinasi yang selama ini jarang tersorot kamera, namun memiliki pesona luar biasa. Mulai dari kesegaran mata air di Umbul Ngepok (Karangpelem) dan Sendang Selo Penangkep (Jambeyan), hingga wisata edukasi budaya di Kandang Wayang (Jenar) Tak berhenti di situ, perjalanan berlanjut ke Sendang Pancuran (Desa Dukuh Tangen). 

Saat di Umbul Ngepok, Karangpelem, Kedawung, rombongan disambut antusias. Kepala Desa Karangpelem, Suwarno, menyebut kolaborasi dengan komunitas seperti Yayasan Pastika sangat krusial untuk "mem-booming-kan" situs sejarah desa.

"Karangpelem ini unik, kami desa pertama di Sragen yang punya perayaan Hari Jadi Desa setiap 9 September. Letak kami yang di perbatasan Sragen-Karanganyar sangat strategis untuk pengembangan BUMDes," jelas Suwarno.

Ada yang menarik dari aturan main touring kali ini. Selain larangan keras penggunaan knalpot brong, setiap peserta "dipersenjatai" dengan gawai mereka. Mereka wajib mengunggah konten perjalanan di media sosial sebagai bentuk promosi digital instan.
Sebagai aksi penutup, para *bikers* melakukan penanaman pohon di kawasan Gunung Kendeng, Desa Blangu. Aksi ini menjadi simbol bahwa pengembangan wisata desa tidak boleh merusak ekosistem alam.

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID