SUARA DAERAH SRAGEN – Forum OSIS Kabupaten Sragen (Fosra) kian mengukuhkan taringnya sebagai kawah candradimuka pemimpin muda di the land of javamen. Tak sekadar ajang kumpul aktivis sekolah, organisasi ini resmi menyandang predikat peringkat ketujuh Forum OSIS terbaik se-Jawa Tengah.
Momentum keberhasilan tersebut dirayakan sekaligus dengan regenerasi kepemimpinan melalui gelaran Sragen Leadership Project yang dihelat pada Kamis (7/5/2026) Bertempat di pendopo rumah dinas Bupati Sragen, acara ini menjadi panggung adu gagasan bagi para calon nakhoda baru Fosra untuk masa bakti berikutnya.
Ketua Umum Fosra Generasi Keempat, Muhammad Hafidz Faturrizki mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan fase krusial reorganisasi. "Hari ini agenda utamanya adalah orasi dan debat calon Ketua Umum serta Ketua II. Kami ingin memastikan estafet kepemimpinan ini jatuh ke tangan yang tepat melalui proses yang demokratis," ujar Hafidz di sela-sela acara.
Proses pemilihan dilakukan secara modern. Sebanyak 180 peserta yang merupakan perwakilan SMA/SMK/MA se-Kabupaten Sragen menyalurkan hak suaranya melalui voting elektronik via Google Form. Persaingan terbilang sengit, ada empat kandidat yang memperebutkan kursi Ketua Umum dan tiga kandidat untuk posisi Ketua II.
Menariknya, acara ini tak hanya dihadiri oleh internal Sragen. Sejumlah delegasi dari daerah tetangga seperti Solo, Karanganyar, Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, hingga Grobogan turut hadir menyaksikan prosesi tersebut. Kehadiran organisasi mitra seperti Duta Genre dan Forum Anak pun menambah bobot jejaring kolaborasi Fosra.
"Tahun 2025 kemarin kita tembus peringkat tujuh se-Jateng. Dalam dua tahun terakhir, Fosra konsisten di 10 besar. Harapannya, pengurus baru nanti bisa membawa kita melangkah lebih jauh lagi," imbuh Hafidz optimistis.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Sragen Sigit Pamungkas memberikan suntikan motivasi bagi para peserta. Dalam orasinya, Bupati menekankan bahwa masa depan Sragen berada di pundak para siswa yang aktif berorganisasi ini.
"Sragen titip masa depan kepada kalian semua. Tugas kalian sederhana namun berat: jangan siakan pengorbanan orang tua dan uang pajak rakyat yang digunakan untuk membiayai fasilitas pendidikan kalian," tegas Sigit.
Pemkab Sragen juga menegaskan komitmennya terhadap dunia pendidikan melalui berbagai program afirmasi. Di antaranya adalah penyediaan beasiswa bagi siswa kurang mampu hingga program Sekolah Rakyat.
"Kami punya Sekolah Rakyat yang menyediakan pendidikan gratis. Bahkan, setelah lulus, ada skema pemberangkatan kerja ke luar negeri dengan pembiayaan penuh dari pemerintah. Tidak ada alasan untuk tidak berprestasi," tandasnya.
Setelah prosesi pelantikan pengurus baru, rangkaian acara ditutup dengan seminar kepemimpinan yang menghadirkan narasumber berkompeten. Langkah ini guna memperkaya wawasan manajerial para pengurus baru.
Jurnalis Wahono


Social Header