Breaking News

Disnaker Sragen Memantau, Titik Terang Nasib TKI Asal Jenar di Taiwan, Saat Ini Diamankan di Shelter KDEI


SUARA DAERAH SRAGEN – Kabar  mengenai kondisi Andika Bagas Dwi Prasetyo, pemuda asal Sragen yang sempat viral karena mengaku terancam nyawanya di Taiwan, mulai menemui titik terang. Kabar terbaru menyebutkan bahwa pemuda tersebut saat ini sudah berada dalam perlindungan otoritas resmi di Taiwan.

Kepala Desa (Kades) Dawung, Kecamatan Jenar, Aris Sudaryanto, membenarkan bahwa Andika adalah warganya. Andika merupakan putra dari Ngadiman, warga Dukuh Butuh RT 12, Desa Dawung, yang rumahnya berada di kawasan dekat jembatan Bengawan Solo.

"Kami sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga kemarin. Proses koordinasi juga dikawal oleh kepala dusun setempat untuk memastikan informasi yang diterima keluarga akurat," ujar Aris Sudaryanto saat dikonfirmasi.

Berdasarkan keterangan pemerintah desa, Andika diketahui sudah merantau ke Taiwan sekitar dua tahun. Selama ini, ia bekerja di sebuah pabrik. Keberadaan keluarga di Taiwan sebenarnya bukan hal baru bagi mereka, lantaran kakak kandung Andika juga tengah mengadu nasib di negara yang sama.

Aris menambahkan, pihak keluarga telah mendapatkan kabar langsung dari Taiwan mengenai posisi Andika saat ini. "Kabar yang masuk ke keluarga, sementara ini Andika sudah berada di shelter Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei. Informasinya memang akan segera dipulangkan," imbuhnya.

" Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sragen, Rina Wijaya, juga memantau ketat perkembangan kasus ini. Ia mengonfirmasi bahwa identitas pemuda yang viral tersebut memang benar warga Desa Dawung, Kecamatan Jenar, putra dari Pak Ngadiman.

Namun, terkait status keberangkatan dan legalitas penyalur tenaga kerja (P3MI) yang memberangkatkan Andika, pihak Disnaker masih melakukan penelusuran lebih lanjut. Mengingat dalam video yang viral sebelumnya, Andika disebut-sebut sempat menjadi pekerja migran informal atau "kaburan".

"Terkait lewat penyalur tenaga kerja mana, ini masih kami konfirmasi lebih lanjut. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan proses kepulangannya berjalan lancar," terang Rina Wijaya.

Sebelumnya, jagat media sosial di Sragen dihebohkan dengan unggahan video yang menunjukkan kondisi Andika yang ketakutan dan berbicara rancu. Ia mengaku dikejar kelompok tertentu karena masalah gembong narkoba. Dengan diamankannya Andika di shelter KDEI, diharapkan kondisi psikisnya stabil dan proses repatriasi ke tanah kelahiran di Sragen bisa segera terealisasi. 

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID