Breaking News

Modus Bantuan Sosial Catut Nama LAZISNU : Penipu Gondol Sepeda Motor Warga Plupuh dan Sambungmacan

.
SUARA DAERAH SRAGEN – Masyarakat di Kabupaten Sragen dan sekitarnya diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra. Sebuah modus penipuan baru yang mencatut nama Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) tengah menyasar warga. Tak main-main, dalam dua pekan terakhir, dua warga dilaporkan menjadi korban keganasan sang predator bermodus "bantuan sosial" tersebut.

Data yang dihimpun menunjukkan, aksi pelaku tergolong rapi dan terencana. Pelaku menyasar kawasan Sambungmacan sebagai lokasi korban pertama. Tak berhenti di situ, pelaku kembali beraksi di RT 07, Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, dengan menyasar ketua RT setempat sebagai korban kedua.

Ahmad Mulyono, salah satu staf LAZISNU yang mendampingi korban saat melaporkan kejadian ke Polres Sragen, mengungkapkan bahwa pelaku menggunakan pendekatan religius untuk meluluhkan hati korbannya.
"Pelaku ini tipikalnya sabar. Dia mau menginap di masjid selama kurang lebih tiga hari untuk membangun kepercayaan warga sekitar. Setelah dianggap sebagai orang baik, barulah dia melancarkan aksinya," ujar Ahmad.

Pelaku kemudian mengumbar janji manis akan mencairkan dana bantuan dari LAZISNU. Untuk meyakinkan korban, pelaku bahkan mengajak mereka mendatangi kantor LAZISNU. Namun, itu hanyalah sandiwara. Sesampainya di depan kantor, pelaku hanya singgah sebentar tanpa benar-benar masuk untuk mengurus administrasi.

Puncak dari penipuan ini terjadi saat pelaku mengajak korban ke masjid terdekat dengan dalih tertentu. Di sanalah, pelaku mulai meminjam sepeda motor korban beserta dokumen asli seperti KTP dan STNK. Alasannya untuk keperluan fotokopi atau syarat administrasi pencairan bantuan yang "sebentar lagi cair".

Nahas, setelah kunci motor dan dokumen berpindah tangan, pelaku langsung tancap gas dan menghilang tanpa jejak. Korban baru tersadar telah menjadi mangsa penipuan setelah berjam-jam menunggu pelaku yang tak kunjung kembali. 

Meski sempat melenggang bebas, pelarian pelaku nampaknya tidak akan lama lagi. Pihak berwenang dan tim terkait dikabarkan telah berhasil mengantongi identitas pelaku. Saat ini, kepolisian tengah melakukan pengejaran intensif berdasarkan ciri-ciri yang terekam dan keterangan para saksi.

Pihak LAZISNU sendiri menegaskan bahwa seluruh layanan bantuan bersifat resmi dan tidak pernah memungut biaya, apalagi meminjam kendaraan atau dokumen asli milik penerima manfaat.

"Jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal, meskipun mereka terlihat religius atau menginap di masjid. Jika menemui gelagat mencurigakan, segera lapor ke pengurus masjid atau pihak berwajib," pesan Ahmad mewakili lembaga.

Dia menghimbau warga untuk lebih selektif dan berani menolak jika ada oknum yang meminta aset berharga dengan iming-iming bantuan sosial. Jangan sampai niat baik berujung pada kerugian materiil. 

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID