SUARA DAERAH SRAGEN – Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Bumi Sukowati dalam sepekan terakhir membawa petaka di Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen. Terjadi tanah longsor mengancam pemukiman warga di Dukuh Banyuurip, Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon. Akibatnya, dua Kepala Keluarga (KK) terpaksa angkat kaki dan membongkar rumah mereka demi keamanan,dan keselamatan warga.
Terjadinya bencana ini bermula sejak Minggu sore (12/4/2026) Gejala awal berupa retakan tanah mulai muncul setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam durasi lama. Namun, kondisi semakin mengkhawatirkan memasuki pertengahan pekan lalu.
Toni Arianto, salah satu anggota keluarga terdampak, menceritakan detik-detik mencekam saat tanah di bawah huniannya mulai bergeser. "Minggu itu sudah ada retak-retak. Pas Senin hujan deras, retakannya makin lebar, sekitar satu jengkal," ungkap Toni saat ditemui di lokasi kejadian.
Puncaknya terjadi pada Rabu (15/4/2026) di mana fondasi bangunan mulai ambrol. Pergerakan tanah tersebut tidak main-main. Kedalaman tanah yang amblas mencapai sekitar 2 meter, terutama di area bagian belakang rumah yang dekat dengan kamar mandi.
Kondisi ini membuat struktur bangunan milik Jumirin, 54 tahun dan Firiyanto, 30 tahun tidak lagi layak huni karena posisi tanah terus bergerak.
Melihat ancaman yang kian nyata, langkah evakuasi mandiri dilakukan. Total ada 6 jiwa yang kini harus mengungsi ke rumah kerabat di lokasi yang lebih tinggi.
"Sementara mengungsi ke tempat Mbah yang di atas, karena di sini tanahnya masih ambles terus," imbuh Toni.
Sementara itu, Sekretaris Desa Kalikobok, Agus Salim menyatakan bahwa tim langsung terjun ke lokasi untuk melakukan kaji cepat begitu menerima laporan. Pada Jumat pagi (17/4/2026) aksi gotong royong besar-besaran digelar untuk membantu warga membongkar bangunan yang terancam roboh.
"Kerja bakti pembongkaran rumah Bapak Jumirin dilakukan secara kolaboratif melibatkan TNI, Polri, relawan, pemerintah desa dan warga sekitar," jelas Agus.
Sementara Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen Triyono Putro Berdasarkan asesmen sementara, total kerugian material akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp 50 juta.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kewaspadaan tinggi tetap ditekankan.
"Intensitas hujan yang masih fluktuatif, potensi longsor susulan di Desa Kalikobok masih menghantui. Tim gabungan pun masih disiagakan di lokasi untuk memantau pergerakan tanah serta mendistribusikan logistik bagi para pengungsi," ujar Triyono.
Jurnalis Wahono.


Social Header