SUARA DAERAH SRAGEN – Kasus kematian Wisnu Adi Prasetyo, pelajar kelas 8 SMPN 2 Sumberlawang, perlahan mulai tersingkap. Laporan medis terbaru mengungkap adanya rentetan luka fisik serius pada tubuh remaja asal Dukuh Gulan tersebut sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Berdasarkan data yang dihimpun, kondisi fisik korban saat dievakuasi menunjukkan tanda-tanda kekerasan yang cukup masif. Wisnu tercatat mengalami hematoma atau penumpukan darah tidak normal pada bagian kepala belakang.
Tak hanya itu, tim medis menemukan luka lecet di dahi kanan dan kiri, memar pada mata serta pipi kiri, hingga luka lecet di bawah hidung dan bibir. Yang paling krusial, ditemukan luka memar pada bagian dada korban yang diduga menjadi salah satu pemicu fatal terhentinya detak jantung.
Korban sempat dilarikan ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dalam kondisi pingsan. Pihak sekolah kemudian melarikannya ke UGD Puskesmas Sumberlawang. Namun, upaya penyelamatan melalui prosedur code blue tidak membuahkan hasil.
Wisnu dinyatakan meninggal dunia tanpa tanda-tanda kehidupan sebelum akhirnya dirujuk ke Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro untuk visum lanjutan.
Merespons tragedi ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen bergerak cepat dengan menerjunkan tim investigasi ke lokasi kejadian. Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang SMP Disdikbud Sragen, Yuni Susilawati, menegaskan pihaknya tengah mengumpulkan keterangan untuk menyusun kronologi utuh.
"Kami terjun langsung ke sekolah untuk mencari kejelasan kronologi. Sejauh ini informasi masih simpang siur, jadi kami menunggu hasil visum resmi dari pihak kepolisian," ujar Yuni.
Yuni mengonfirmasi bahwa duel tersebut melibatkan sesama siswa kelas 8. Ia juga mengklarifikasi bahwa saat kejadian, aktivitas di sekolah sebenarnya berjalan normal. Sebagian siswa tengah mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan sebagian lainnya menjalani proses pembelajaran rutin.
"Kejadian ini murni antar-siswa, tidak ada keterlibatan guru. Saat ini Kepala Sekolah masih mendampingi proses di rumah sakit, sementara kami di sini memberikan pendampingan bagi para guru yang syok atas insiden ini, tambahnya.
Jurnalis Wahono


Social Header