SUARA DAERAH SRAGEN – Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat terus dilakukan melalui berbagai inovasi layanan kesehatan. Puskesmas Mondokan, Kabupaten Sragen, menghadirkan terobosan melalui inovasi PRO RUNING 2 (Profesional Rembug Stunting dan Tumbuh Kembang) sebagai strategi terintegrasi dalam penanganan stunting dan deteksi dini Tuberkulosis (TB) pada anak.
Permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi tantangan serius. Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan prevalensi stunting balita masih berada di angka 30,8%, sementara kasus gizi kurang, gizi buruk, serta kekurangan energi kronis pada ibu hamil juga masih cukup tinggi. Kondisi ini turut tercermin di wilayah kerja
Puskesmas Mondokan yang pada tahun 2020 mencatat angka stunting baduta sebesar 17,2% dan balita sebesar 19,71%, tertinggi di Kabupaten Sragen.
Selain itu, kasus ibu hamil dengan kekurangan energi kronis mencapai 18,9% dan anemia sebesar 7,6%. Situasi ini berpotensi memicu gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk risiko gagal tumbuh.
Sebagai bentuk respons terhadap permasalahan tersebut, PRO RUNING 2 dikembangkan dengan pendekatan lintas profesi yang melibatkan tenaga kesehatan seperti dokter, bidan, perawat, nutrisionis, serta tenaga kesehatan lingkungan. Inovasi ini juga menempatkan kader kesehatan sebagai ujung tombak dalam skrining dan penjaringan kasus di masyarakat.
Fokus utama PRO RUNING 2 adalah penguatan skrining TB anak, mengingat infeksi TB menjadi salah satu faktor risiko yang dapat memperburuk kondisi gizi dan tumbuh kembang anak. Melalui peningkatan kapasitas kader, penguatan koordinasi, serta komunikasi antarprofesi, inovasi ini diharapkan mampu menekan angka TB sekaligus menurunkan prevalensi stunting secara bersamaan.
Pelaksanaan inovasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan cakupan skrining TB anak, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan, serta memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa.
Hasil yang mulai terlihat dari implementasi PRO RUNING 2 antara lain peningkatan derajat kesehatan masyarakat, penurunan angka penyakit TB, serta penurunan angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Mondokan.
Selain itu, inovasi ini juga memberikan wadah komunikasi yang efektif antar stakeholder dalam penanganan kasus secara komprehensif.
Dengan adanya PRO RUNING 2, Puskesmas Mondokan menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan demi menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting.
Jurnalis Wahono.


Social Header