SUARA DAERAH SRAGEN – Kasus kekerasan anak menjadi gurat kesedihan mendalam tak mampu disembunyikan dari wajah Maryono. Ayahanda dari Wisnu Adi Prasetyo, 13 tahun tersebut masih seakan tak percaya putra tercintanya pulang ke rumah dalam keadaan tak bernyawa usai insiden maut di SMPN 2 Sumberlawang , Sragen.
Ditemui di rumah duka, Maryono menceritakan detik-detik memilukan saat dirinya pertama kali mendengar kabar musibah tersebut. Kabar itu datang dari salah satu kerabatnya, namun dengan informasi yang masih sangat samar.
"Awalnya saudara memberi tahu, tapi tidak cerita detail kejadiannya. Saya langsung diajak menuju ke Puskesmas Sumberlawang," kenang Maryono dengan suara bergetar.
Sesampainya di Puskesmas, firasat buruknya menjadi kenyataan. Didampingi sejumlah guru, Maryono kemudian mengawal proses evakuasi jenazah putranya menuju RSUD Sragen. Saat itulah, ia melihat langsung kondisi Wisnu yang sudah terbujur kaku dengan luka yang kasat mata.
"Waktu melihat jenazah, saya lihat ada luka di bagian dahi dan mulut bagian bawah," ungkapnya lirih.
Meski pihak sekolah sudah datang menemui keluarga untuk menyampaikan belasungkawa, Maryono mengaku hingga kini belum ada komunikasi dari pihak keluarga tersangka (DTP). Belum ada satu pun perwakilan dari keluarga pelaku yang datang menemui keluarga korban untuk sekadar meminta maaf atau memberikan penjelasan.
Terkait langkah selanjutnya, Maryono menyatakan tidak akan membiarkan kasus ini menguap begitu saja. Meski pihak kepolisian belum membeberkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara resmi, ia menuntut keadilan bagi putra kebanggannya tersebut.
"Kami berharap ini semua bisa diproses secara hukum yang berlaku. Harus ada keadilan," tegas Maryono.
Hingga berita ini ditulis, keluarga korban masih menunggu kepastian dari Satreskrim Polres Sragen terkait kelanjutan penyidikan. Kepolisian bakal membarun keterangan siang ini. Sementara itu, jenazah Wisnu sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat kemarin malam setelah seluruh proses pemeriksaan forensik dinyatakan rampung.
Jurnalis Wahono.


Social Header