SUARA DAERAH SRAGEN –Warga Tanggulangin Desa Kebonromo Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen merasa senang dan gembira kini penantian panjang selama puluhan tahun akhirnya berbuah kenyataan yang mana akses jalan Tanggulangin-Baok sepanjang 1,9 kilometer yang sebelumnya rusak parah, bahkan disebut tak tersentuh pembangunan sejak zaman Belanda kini resmi dicor beton kuat kokoh dan mulus.
Keberhasilan pembangunan ini menjadi potret nyata keberhasilan sinergitas lintas partai antara Anggota DPRD Sragen dari Fraksi Nasdem, Tono, dengan Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sriyanto Saputro. Peresmian jalan tersebut digelar meriah pada Minggu (25/1/2026).
Kolaborasi yang Memutus Kebuntuan
Anggota DPRD Sragen, Tono, mengakui bahwa tanpa intervensi pusat melalui aspirasi Sriyanto Saputro, pembangunan jalan ini nyaris mustahil terwujud. Selama dua periode menjabat di DPRD Kabupaten, Tono berkali-kali mengusulkan perbaikan, namun selalu terkendala anggaran.
"Jalan ini kalau tanpa IJD dari Pak Sriyanto Saputro, mustahil bisa terbangun. Buktinya saya dua periode di DPRD, usulan ini tidak kunjung dijalankan. Ini adalah sejarah, karena sejak zaman Belanda area ini belum tersentuh pembangunan layak," ujar Tono.
Selain infrastruktur jalan, kolaborasi kedua tokoh ini juga menyasar program sosial lainnya, termasuk bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga setempat.
Sementara itu Sriyanto Saputro, yang kini duduk di Komisi V DPR RI membidangi infrastruktur, menceritakan kilas balik perjuangan jalan ini. Aspirasi ini sebenarnya sudah ia tangkap sejak empat tahun lalu saat mulai membentuk relawan di Balai Desa Bandung.
"Dulu statusnya jalan kabupaten, tapi anggarannya tidak cukup kalau hanya lewat aspirasi DPRD Provinsi. Setelah saya terpilih dan duduk di Komisi V, saya langsung 'dieret-eret' (ditarik) Mas Tono untuk melihat langsung lokasinya. Kondisinya memprihatinkan, sawah memakan jalan dan bletok (lumpur) luar biasa," kenang Sriyanto.
Melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) 2025, Sriyanto berhasil mengamankan kuota pembangunan untuk jalur ini. Ia pun secara khusus meminta agar akses tersebut diberi nama Jalan Garuda.
Pemilihan Ngrampal sebagai penerima bantuan IJD bukan tanpa alasan. Sriyanto mengapresiasi loyalitas warga di 7 desa di Ngrampal yang memenangkan Gerindra tanpa sekadar melihat besaran politik uang.
"Saya bangga dengan Ngrampal karena warga memilih berdasarkan nurani, bukan sekadar amplop tebal. Ini adalah bentuk timbal balik saya untuk masyarakat," tegasnya.
Dia berharap jalan ini dapat memperlancar akses ekonomi dan mendukung ketahanan pangan di Sragen. Sriyanto juga berpesan agar warga menjaga fasilitas ini. "Jangan dijadikan lokasi balapan liar," pesannya.
Meski fokus di Ngrampal, Sriyanto menegaskan komitmennya untuk seluruh wilayah Sragen tanpa memandang perolehan suara. Ia menyebut telah dihubungi oleh Bupati Sragen terkait kerusakan jalan di Jenar-Banyurip.
"Dua hari lalu Pak Bupati WhatsApp saya, mengabarkan jalan di Jenar hancur. Meskipun suara saya di sana sedikit, pembangunan tetap harus dipikirkan demi kepentingan masyarakat luas," pungkasnya.
Jurnalis Wahono


Social Header