SUARA DAERAH SRAGEN - Wakil Bupati Sragen sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Suroto, melakukan sidak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gondang 1 ,untuk menindaklanjuti keluhan wali murid terkait menu MBG yang dinilai tidak sesuai standar.
Kunjungan ini menjadi bentuk respons cepat pemerintah dalam memastikan mutu layanan dan transparansi penyelenggaraan program.
Dalam peninjauan tersebut, Wabup Suroto menjelaskan perbedaan paket anggaran menu memang diatur berdasarkan jenjang pendidikan anak. Untuk PAUD, TK, hingga kelas 3 SD ditetapkan paket Rp8.000, sedangkan kelas 4 SD hingga SMA/SMK menerima paket Rp10.000. Menurutnya, keluhan masyarakat lebih banyak muncul karena kurangnya penjelasan dari pihak penyelenggara kepada orang tua.
“Saya selaku ketua satgas hadir memberikan pesan, saran sekaligus jembatan antara pihak SPPG dan masyarakat. Seluruhnya tidak ada masalah, hanya kurang hak jawabnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan implementasi MBG diharapkan tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi sekaligus berpeluang menggerakkan ekonomi lokal.
“Kami berharap MBG ini tidak hanya memberi gizi ke anak cucu kita, tapi juga mendorong pemberdayaan sekitar, termasuk penyerapan relawan, usaha budidaya sayuran, ternak ayam, atau perikanan untuk supply SPPG,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Gondang 1, Al Rizal Gahwi, memberikan hak jawab. Ia memastikan menu dan porsi sudah disusun sesuai petunjuk teknis. Menurutnya, terdapat dua jenis porsi: porsi kecil untuk kelas 3 SD ke bawah dan porsi besar untuk kelas 4 SD ke atas.
“Kami sudah melakukan evaluasi untuk menu telur utuh, lalu menu ayam juga selalu kami adakan bahkan tiga kali seminggu. Kami akan terus melakukan variasi menu dengan porsi yang sesuai prosedur,” jelasnya.
Ketua Yayasan Rodhotul Muta’alim selaku mitra SPPG Gondang 1, Sulastri, turut menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan. Ia mengaku masih banyak hal yang perlu diperbaiki sejak operasional awal.
“Dari awal running masih banyak kekurangan, jadi kami akan terus berbenah,” ungkapnya.
Dari sisi kesehatan, Ketua Tim Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Slamet Waluyo, memberikan sejumlah catatan teknis yang perlu segera ditindaklanjuti. Ia menilai SPPG Gondang 1 perlu meningkatkan standar kebersihan dan keamanan sarana.
“Saya lihat alat makan masih dikeringkan manual pakai lap sehingga perlu ditingkatkan pembelian alat pengering agar lebih higienis. Lantai sebaiknya memakai epoxy agar tidak licin dan mengurangi kecelakaan kerja, serta saluran air yang belum lancar karena kemiringannya kurang. Semoga cepat diperbaiki,” terangnya.
Selain SPPG Gondang 1, peninjauan juga dilakukan di SPPG Pilangsari Ngrampal untuk memastikan pemerataan kualitas layanan.
Kepala SPPG Pilangsari Ngrampal, Ilham Maulana Jamshid, menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah dalam melakukan monitoring dan evaluasi.
“Kami berterima kasih atas kunjungannya. Saran dan masukan akan kami jadikan evaluasi untuk peningkatan kualitas layanan SPPG kami demi kepuasan para penerima manfaat,” ujar Ilham.
Jurnalis Sriwahono


Social Header