Breaking News

IPW dan KPPPP Desak Polri Wujudkan Janji Reformasi dan Supremasi Sipil


Kota Bogor - Indonesia Police Watch (IPW) dan Komite Pendukung dan Pengawas Presisi Polri (KPPPP) menggelar diskusi tentang mengawal institusi Polri dalam menegakkan supremasi hukum, Minggu, ( 4/01/2026), di Sisi KananCoffe jl merak no 2 Tanah Sareal , Kota Bogor Jam 20:00.

Sugeng Santosa, Ketua IPW, dan Ade Ardiansyah Utama (Abah), Ketua KPPPP, membahas pentingnya sinergi antara pengawas dan Polri dalam mewujudkan reformasi dan stabilitas kamtibmas.

"Polri harus menjadi institusi yang profesional dan akuntabel dalam melayani masyarakat," Ujar Sugeng Santosa. 

"Kami berharap Polri dapat mewujudkan janji reformasi dan meningkatkan kepercayaan publik."

Ade Ardiansyah Utama menambahkan, "Siapapun Kapolrinya, kami siap mendukung penuh institusi Polri ini bersih dari praktek korupsi dan netral tidak memihak siapapun serta tidak masuk dalam politik praktis. 

Kami ingin Polri menjadi institusi yang kuat dan independen, tidak terpengaruh oleh kepentingan politik atau kelompok tertentu."

Dalam diskusi ini, Abah juga menekankan pentingnya komitmen Polri dalam menegakkan supremasi sipil. "Kami ingin Polri menjadi institusi yang melayani masyarakat, bukan menjadi alat kekuasaan politik. 

Kami siap mengawal dan mengawasi kinerja Polri untuk memastikan bahwa mereka menjalankan tugasnya dengan profesional dan akuntabel."

Advokat Kang Deden Setiawan yang hadir dalam diskusi ini menambahkan, "Kami sebagai advokat siap mendukung upaya Polri dalam menegakkan hukum dan keadilan. 

Kami berharap Polri dapat menjadi institusi yang lebih baik dan profesional dalam melayani masyarakat." ujarnya 

Mas Cakra Langit, Aktivis dan Pegiat Media, juga menambahkan, "Kami sebagai media siap mengawasi dan melaporkan setiap tindakan Polri yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi dan supremasi hukum. 

Kami berharap Polri dapat menjadi institusi yang transparan dan akuntabel."

Diskusi ini juga membahas tentang visi besar Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, yang menginspirasi Komite Pendukung dan Pengawas Presisi Polri (KPPPP) RI. 

"Institusi Polri harus merubah sejalan dengan visi besar Sang Presiden Prabowo, seperti yang tertulis didalam buku 'Polisi Masa Depan: Good Cop, Bad Cop'. Loyalitas pada negara dan pemimpinnya tentunya," kata Abah.

Kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menjadi topik diskusi, yang dianggap sebagai klimaks perubahan besar dalam banyak prestasi. 

"Kami berharap Polri dapat terus meningkatkan kinerjanya dan menjadi institusi yang lebih baik dan profesional," kata Sugeng Santosa.

Kedua lembaga juga sepakat untuk mengadakan diskusi lanjutan yang lebih profesional di kemudian hari dengan segera, untuk membahas lebih lanjut tentang upaya mewujudkan reformasi dan supremasi sipil di institusi Polri.

"Diskusi lanjutan ini akan menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara pengawas dan Polri," kata Sugeng Santosa.

Ade Ardiansyah Utama menambahkan, "Kami siap bekerja sama dengan semua pihak untuk mewujudkan Polri yang lebih baik dan profesional." 

Diskusi ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pengawas dan Polri dalam mewujudkan reformasi dan stabilitas kamtibmas. 

Kedua lembaga sepakat untuk terus mendorong Polri menjadi institusi yang lebih baik dan profesional.

Dalam kesempatan itu, Sugeng Santosa dan Ade Ardiansyah Utama juga membahas beberapa isu krusial, seperti penanganan kasus korupsi, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri.

"Dengan sinergi dan komitmen bersama, kami yakin Polri dapat menjadi institusi yang lebih baik dan profesional," Tegas Sugeng Santosa.

Ade Ardiansyah Utama menambahkan, "KPPPP akan terus mendukung dan mengawal Polri dalam mewujudkan reformasi dan supremasi sipil. 

Kami berharap Polri dapat menjadi contoh bagi institusi lainnya dalam menegakkan hukum dan melayani masyarakat."

Diskusi ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk aktivis, pegiat media, dan akademisi. 

Mereka semua sepakat bahwa Polri harus menjadi institusi yang profesional dan akuntabel dalam melayani masyarakat.

Kedua lembaga baik IPW dan Komite Pendukung dan Pengawas Presisi Polri (KPPPP) juga sepakat untuk mengadakan diskusi lanjutan yang lebih profesional di kemudian hari dengan segera, untuk membahas lebih lanjut tentang upaya mewujudkan reformasi dan supremasi sipil di institusi Polri.

"Diskusi lanjutan ini akan menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara pengawas dan Polri," kata Sugeng Santosa.

Ade Ardiansyah Utama menambahkan, "Kami siap bekerja sama dengan semua pihak  untuk mewujudkan Polri yang lebih baik dan profesional." Pungkas Abah

Narasumber : Sugeng Santosa, Ketua IPW, dan Ade Ardiansyah Utama (Abah), Ketua KPPPP

Jurnalis : Lilo
© Copyright 2022 - SUARADAERAH.ID