SUARA DAERAH SRAGEN – Tidak hanya warga masyarakat yang bergembira, Kades Kalikobok Widoyo , tak bisa menyembunyikan binar bahagianya. Baginya, aspal mulus yang kini membentang di ruas antar desa Kalikobok-Bonagung bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Ini adalah penantian panjang selama 35 tahun yang akhirnya terbayar tuntas.
Sejak era Bupati R. Bawono hingga silih bergantinya kepemimpinan di Sragen, jalan sepanjang lebih dari 2 kilometer tersebut seolah terlupakan. Warga setempat akrab menyebutnya sebagai jalur "jeglong-jeglong" (berlubang parah). Jangankan kendaraan logistik, mobil pribadi pun kerap nyanggrok (tersangkut) jika nekat melintas.
"Alhamdulillah, setelah koordinasi panjang, jalan ini dibangun dengan anggaran Rp 8,39 miliar dari APBN. Ini salah satu yang terbesar di Sragen. Sekarang jalannya gilar-gilar (mengkilap/mulus), sampai warga menyebutnya 'Jalan Tol Kalikobok'," ujar Widoyo saat ditemui dalam acara syukuran warga Minggu (15/2/2026)
Kini, tugas warga Kalikobok dan Bonagung adalah menjaga jalan baru mereka. Widoyo pun telah mewanti-wanti warganya agar lebih waspada, terutama mengawasi anak-anak saat bermain di jalan yang kini mulus layaknya jalan tol tersebut.
Kehadiran anggota DPR RI Komisi V, Sriyanto Saputro, menjadi kunci di balik transformasi ini. Sriyanto menceritakan bahwa dirinya pertama kali "menangkap" keresahan warga saat menghadiri turnamen sepak bola di desa setempat.
"Saya cek langsung bersama Muspika, ternyata kondisinya memang parah. Ini jalan kabupaten yang sudah rusak sejak zaman Orba. Lewat fungsi aspirasi, saya dorong agar negara hadir di sini," tegas politisi Partai Gerindra ini.
Bagi Sriyanto, pembangunan jalan ini bukan sekadar urusan semen dan beton. Kualitasnya pun tak main-main, Lean Concrete (LC) 10 cm dengan cor beton setebal 20 cm. Ia berharap infrastruktur ini menjadi urat nadi baru untuk menyukseskan program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto.
Di sela-sela syukuran, Sriyanto juga menitipkan pesan edukasi politik yang menohok. Ia berharap masyarakat semakin cerdas dalam memilih wakil rakyat.
"Masyarakat harus paham pentingnya memiliki wakil rakyat yang mau memikirkan wilayahnya secara berkelanjutan, bukan sekadar pragmatis lewat 'tembakan amplop' saat pemilu. Ini adalah bukti nyata kerja parlemen," tambahnya.
Terkait sisa ruas Kalikobok hingga Gading yang belum tersentuh, Sriyanto meminta warga bersabar. "Akan saya pikirkan ke depan, tapi tentu butuh waktu karena pembangunan di Sragen harus dibagi rata," kata Sriyanto Mesem yang dikenal mider saben minggu.
Jurnalis Wahono.


Social Header