SUARA DAERAH SRAGEN - Sragen tidak menggelar pesta kembang api di malam tahun baru, Sragen gelar subuh ceria yang lebih bermakna dan positif sehingga sepuluh masjid menerima hadiah Lomba Sragen MasjidPreneur Fest 2025 yang diserahkan Pemerintah Kabupaten Sragen usai Salat Subuh Ceria di Halaman Kantor Terpadu Pemda Sragen, Kamis (1/1/2026). Program MasjidPreneur Sragen ini menjadi satu-satunya di Indonesia yang diselenggarakan secara terstruktur di tingkat Kabupaten.
Penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas, didampingi Wakil Bupati Suroto, serta jajaran Forkopimda. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat dan penggerak ekonomi masyarakat.
Direktur Utama Bank Syariah Sragen, Fakhruddin Nur menyampaikan bahwa Sragen MasjidPreneur Fest 2025 merupakan penyelenggaraan perdana yang diinisiasi oleh Bupati Sragen.
“MasjidPreneur Fest 2025 ini merupakan inisiasi dari Bapak Bupati yang kemudian menugaskan kami untuk berkolaborasi dengan pihak-pihak yang memiliki kepedulian dan program sejalan terkait pemberdayaan masjid,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam konteks kelembagaan, Kementerian Agama kini memiliki fokus lebih kuat pada pemberdayaan tempat ibadah. Karena itu, penyelenggara menggandeng Kementerian Agama dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam pelaksanaan program tersebut.
Selain itu, Bank Syariah Sukowati juga melibatkan Masjid Al-Falah Sragen sebagai salah satu masjid percontohan masjid berdaya di Indonesia, sekaligus pusat studi banding pemberdayaan masjid. Dari sisi penguatan bisnis, panitia bekerja sama dengan Sekolah Bisnis Sragen untuk memberikan pemahaman tata kelola usaha yang baik, serta berkolaborasi dengan Baznas Kabupaten Sragen dalam penguatan peran sosial dan ekonomi masjid.
Fakhruddin menjelaskan, jumlah peserta yang mendaftar mencapai 107 masjid dari 20 kecamatan, seluruh wilayah Kabupaten Sragen terwakili. Dari jumlah tersebut, dilakukan seleksi berdasarkan kategori bisnis hingga tersaring 50 masjid.
Sebanyak 50 masjid tersebut kemudian mengikuti bootcamp selama dua hari satu malam, dengan pembekalan materi manajemen kemasjidan, pengelolaan bisnis, manajemen keuangan, serta penyusunan proposal usaha. Pembekalan ini dilakukan untuk menyamakan standar penilaian dan memastikan kelayakan program yang diajukan.
“Dari 50 peserta tersebut kemudian diseleksi kembali hingga terpilih 10 besar. Total hadiah yang disediakan dalam program ini sebesar Rp103 juta,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam dua kategori, yakni kategori masjid berdaya yang programnya telah berjalan, serta kategori ide atau inovasi bisnis. Dari masing-masing kategori dipilih tiga pemenang terbaik, sementara peserta lainnya masuk dalam 10 besar sebagai juara harapan.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program MasjidPreneur dan menegaskan pentingnya masjid bertransformasi menjadi pusat solusi umat.
“Konsep masjid berdaya ini agar masjid-masjid di Sragen yang jumlahnya sekitar 1.700 masjid bisa menjadi solusi bagi persoalan masyarakat. Kalau ada yang lapar datang ke masjid pulang kenyang, kalau butuh bantuan ekonomi datang ke masjid bisa dibantu, kalau sakit datang ke masjid dilayani,” tegas Bupati.
Menurutnya, untuk dapat menyejahterakan umat, masjid perlu memiliki amal usaha sebagai sumber pendapatan berkelanjutan, tidak hanya bergantung pada infaq.
“Setiap masjid harus punya amal usaha, punya sumber pembiayaan. Jika setiap desa memiliki minimal satu masjid berdaya yang punya usaha, maka masjid akan benar-benar menjadi pusat kesejahteraan umat,” ujarnya.
Bupati juga mengajak para kepala desa dan lurah untuk aktif membina masjid di wilayah masing-masing agar tumbuh menjadi masjid berdaya.
“Mari kita pastikan minimal setiap desa memiliki masjid berdaya. Jika ini dilakukan secara konsisten setiap tahun, insyaallah Sragen akan menjadi kabupaten dengan masjid-masjid yang berdaya dan mampu menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.
Program Sragen Masjid Preneur Fest 2025 ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan peran masjid sebagai pusat ibadah, pemberdayaan ekonomi, serta solusi sosial bagi masyarakat Kabupaten Sragen.
Adapun 10 masjid penerima penghargaan dan hadiah dalam Sragen Masjid Preneur Fest 2025 tersebut meliputi masjid kategori berdaya, kategori ide bisnis, serta juara harapan, dengan nilai hadiah bervariasi sesuai kategori.
--Masjid Fatkhul Karomah, Dalangan, Kliwonan, Masaran – Juara I Kategori Masjid Berdaya Rp20.000.000
-- Masjid Taqwa Pecing, Sragen Tengah, Sragen – Juara II Kategori Masjid Berdaya Rp15.000.000
--Masjid Al Ikhlas, Gemolong – Juara III Kategori Masjid Berdaya Rp10.000.000
--Masjid Al Fatah, Puro, Karangmalang – Juara I Kategori Ide Bisnis Rp17.500.000
--Masjid Al Falah, Gubug, Plupuh – Juara II Kategori Ide Bisnis Rp12.500.000
--Masjid Al Istiqomah, Jenglong, Dawungan, Masaran – Juara III Kategori Ide Bisnis Rp8.000.000
--Masjid Ar Rahman, Sari, Pringanom, Masaran – Juara Harapan Rp5.000.000
--Masjid Ahmad Dahlan, Gambiran, Cangkol, Plupuh – Juara Harapan Rp5.000.000
--Masjid Mujahidin, Gondangtan, Gondang – Juara Harapan Rp5.000.000
--Masjid Baitussalam, Kauman, Gemolong – Juara Harapan Rp5.000.000
Jurnalis Wahono


Social Header