SUARA DAERAH SRAGEN-- Mimpi seorang rakyat untuk memajukan daerahnya, seperti daerah yang lebih maju adalah hal yang wajar, rakyat bisanya hanya nguda rasa, dan menyampaikan gagasannya, menyampaikan aspirasinya kepada yang memiliki kewenangan yaitu wakil rakyat ( DPRD) dan Bupati Sragen.
Suseno Warga Taman Murni , Sragen Kulon menyampaikan suatu gagasan yang sangat luar biasa, gagasan yang cukup besar untuk Sragen,lahir saat pertama kali Sigit Pamungkas dan Suroto menjabat sebagai Bupati dan wakil Bupati Sragen 2025, dan gagasan tersebut juga di posting di akun Facebook Seno tanggal 15 Desember 2024, mendapatkan respons cukup baik dan beragam.
Didalam gagasannya Suseno menyampaikan, 10 poin gagasan andai Kota Sragen seperti Malioboro, Jogja.
Betapa ramai dan menyenangkan, apalagi sudah ada akses transportasi mudah dan juga dekat, yaitu stasiun kereta api Sragen. dekat seperti Stasiun Tugu dengan destinasi wisata disekitarnya.
Jalur utama transpotasi umumpun juga mudah dan juga sudah tersedia.
Satu titik tujuan perjalanan, dengan jalan kaki, banyak wisata disekitar yang bisa dikunjungi, karena banyak obyek wisata yang saling berdekatan.
Pasti menarik, walau mengkondisikan tidak mudah, butuh waktu, tenaga dan biaya dan dukungan dari banyak pihak, namun dampaknya pasti banyak pula.
Kunjungan wisata, UMKM, PAD, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, wajah Pengembangan kota dan lain lain
Belajar kreatif seperti Kabupaten Malang yang banyak menciptakan destinasi wisata baru.
Suseno juga menyampaikan andaikan dibeberapa tempat seperti:
-. PG Mojo jadi, Wisata Bangunan tua, seperti De Tjolomadu atau Sondokoro, Tasikmadu.
Digerbangnya ada lokomotif tebu dan sebuah lori. Lengkap dengan kuliner masa lalu atau khas Sragen.
--. Bekas kantor Pemda menjadi Cagar Budaya / Museum jejak sejarah tokoh yg melegenda.
Dari Sragen banyak tokoh yg memiliki reputasi, melegenda dan menjadi keblat diberbagai bidang.
Tentang bangunan tersebut
dari Surya sengkala yg ada di Bangunan kantor paling timur ada jejak tahun sewaktu dibangun. Tertulis pada relief depan bangunan 2 surya sangkala, yang berbunyi :
"Djatining witjara Hanggatra Budi" bermakna tahun 1971. dan tempat itu dulu pernah menjadi Gedung. DPRD, terjemahan bebas : Bicara yang benar merangkai nalar.
" Sri Sadhana Hambuka Desa", bermakna tahun 1971. Sri Sadhana ( Dewa Dewi padi, lambang kemakmuran untuk masyarakat )
"Wewangunan kang umure luwih saka paroning abad haywa kongsi binabat, becik kamulyakna nut wujude hawangun"
( Bangunan yang umurnya lebih dari setengah abad janganlah dirobohkan, lebih baik dipelihara seperti ujud semula )
--Alun alun dipanjangkan / diperluas dengan mengembalikan asset Pemda menjadi public space, Taman Pintar arena anak anak, Sekaligus memberdayakan ekonomi kerakyatan. ( UMKM )
juga Panggung ekspresi Seniman Sragen.
--Bangunan Tua Pegadaian, LP lama ( Rubasan ), Rumah dinas PTKAI, loji kuna beberapa rumah dinas bisa diberdayakan masing masing institusi menunjang daerah wisata.
-- Mengembangkan Masjid Tua Kauman menjadi wisata religi, cagar budaya, ditunjang dengan :
-- Taman Kridhoanggo yg dikembangkan sebagai obyek wisata paru paru kota, menyatu dengan pengembangan bendungan Garuda.
--Miniatur bangunan ikonik dunia.Selain mempertahankan pohon yg rindang, sekitar bendungan Garuda dilengkapi bangunan ikonik miniatur bangunan dunia.
( Monas, Patung Merlion, Menara Eiffel, kincir belanda, patung Liberty, Jam Inggris, Pagoda Thailand dan lai lain Disesuaiksn lahan yang ada )
--Pasar Kota dikembangkan juga menjadi Pasar Wisata. ( Seperti Malioboro atau Grand Bazar, Turkey )
--Seiring waktu ketika destinasi wisata berkembang akan menghidupkan kembali Wisata kuliner Kartini dan veteran akan hidup.
( saat ini kuliner wisata kartini, dalam pengamatan Saya, malam minggupun tidak ada yang buka, padahal disitu ada lebih dari 30 pedagang, sedang kuliner veteran hanya 3 yang masih beroperasi. )
--Ada Masjid Raya Al Falak dan Gereja disekitar yang memudahkan wisatawan beribadah.
Tidak semua dikerjakan oleh Pemerintah Daerah, tetapi Pemerintah daerah yang bergerak untuk mengkondisikan dengan didukung oleh para pemilik aset dan masyarakat, beberapa poin gagasan yang disebut oleh Suseno cukup lengkap,semua diserahkan kepada pemangku kebijakan yaitu kepala Daerah Kabupaten Sragen dan para anggota DPRD Kabupaten Sragen sebagai wakil rakyat.
Jurnalis Wahono


Social Header