SUARA DAERAH SRAGEN – Wajah perkotaan Sragen kini tampil lebih segar dengan kehadiran Koridor Taman Mangkubumi. Proyek yang diklaim memiliki trotoar paling luas di Bumi Sukowati ini diproyeksikan menjadi ikon baru Ruang Terbuka Hijau (RTH) bagi masyarakat. Namun, ada satu hal yang mencolok, taman ini dipastikan tertutup bagi pedagang kaki lima (PKL) maupun pelaku UMKM.
Dalam pantauan di lokasi, Koridor Taman Mangkubumi menawarkan pemandangan yang kontras namun menarik. Di satu sisi, terdapat bangunan fungsional setinggi dua lantai yang dihiasi mural raksasa bertema prasejarah—sosok manusia purba yang menjadi identitas kuat Sragen sebagai 'The Land of Java Man', yang ternyata itu adalah Toilet umum.
Lantas dari atas balkon bangunan tersebut, pengunjung dapat memandang hamparan sawah hijau yang luas, menciptakan suasana asri di tengah pembangunan fisik kota yang masif. Jalur pedestrian yang dibangun dengan pola paving block melingkar tampak bersih, berbatasan langsung dengan saluran air yang tertata dan barisan pohon peneduh yang mulai tumbuh, menjanjikan kesejukan bagi warga yang ingin melepas penat.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas saat peresmian kemarin menegaskan bahwa fokus utama dari pembangunan koridor ini adalah murni untuk mempercantik kota. Serta menyediakan ruang aktivitas keluarga yang bersih dan nyaman.
“Harapan kita selain memperindah kota, koridor ini akan memicu aktivitas baru masyarakat, baik itu olahraga maupun sekadar tempat berkumpul keluarga yang santai,” ujar Bupati.
Terkait ketiadaan ruang bagi pelaku usaha di sepanjang taman, Bupati menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil agar masyarakat bisa benar-benar menikmati keindahan koridor, tanpa gangguan keramaian pedagang. Menurutnya, kebutuhan ekonomi warga sudah terakomodasi oleh fasilitas di sekitar lokasi.
"Untuk saat ini (UMKM) belum ya. Kita ingin ini jadi tempat bersenang-senang menikmati keindahan. Masalah UMKM kita pikirkan berikutnya, apalagi di depan lokasi ini sudah ada pasar rakyat dan SIKK. Jadi, pusat ekonomi sebenarnya sudah ada di sekitar sini," tambahnya.
Meskipun menyandang predikat sebagai trotoar terluas di Sragen, persoalan parkir pengunjung nampaknya belum menemui titik final. Saat ini, teknis pengaturan parkir masih dalam pengkajian oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pertanahan dan tata ruang (Perkimtaru) agar tetap tertata rapi dan tidak merusak estetika kawasan.
Selain jalur pedestrian yang lebar, koridor ini juga telah dilengkapi dengan dua fasilitas toilet umum yang dapat digunakan oleh masyarakat luas. Terkait keberlanjutan parkir dan operasionalnya, pemerintah daerah masih akan mendiskusikan lebih lanjut soal rincian secara teknis.
Jurnalis Wahono


Social Header