SUARA DAERAH SRAGEN –Merasa lega polemik mengenai dugaan potongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di MTsN 2 Sragen atau MTsN Tanon akhirnya terjawab di lapangan. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pencairan, para wali murid mengonfirmasi bahwa bantuan pendidikan tersebut diterima utuh tanpa potongan sepeser pun.
Pemandangan berbeda terlihat di halaman Bank BRI Unit Gabugan sejak Rabu (28/1/2026) pagi. Puluhan siswa berseragam khas MTsN Tanon tampak memenuhi area antrean didampingi orang tua masing-masing. Meski harus bersabar menunggu giliran, raut wajah antusias tidak bisa disembunyikan dari para penerima manfaat.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan madrasah yang mewajibkan pengambilan mandiri guna menjamin transparansi. Sekaligus menepis dan mencegah adanya pungutan liar.
Titik, salah satu wali murid yang ditemui saat keluar dari bank, memberikan kesaksian langsung. Ia menegaskan bahwa uang bantuan yang ia terima sesuai dengan nominal yang ditetapkan pemerintah.
"Alhamdulillah, ambil langsung di BRI Gabugan dan saya terima utuh Rp750.000. Tidak ada potongan apa-apa," ujar Titik saat ditemui sekitar pukul 10.30 WIB.
Dia mengaku meski antrean cukup panjang sejak pukul 09.00 WIB, dirinya merasa lega karena hak anaknya cair secara transparan.
Pernyataan serupa disampaikan oleh Sutrisno, warga Desa Ketro. Ia mengaku rela mengantre selama dua jam demi memastikan bantuan untuk keperluan sekolah anaknya cair. "Nunggu antri tadi sekitar dua jam. Tapi dipastikan uang diterima utuh, tidak ada potongan. Ini jelas sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah," kata Sutrisno.
Senada dengan wali murid lainnya, seorang ibu yang enggan disebutkan namanya tampak sibuk menghitung uang yang baru saja ia terima di pelataran bank. Sambil menunjukkan lembaran uangnya, ia menegaskan tidak ada pihak yang meminta bagian.
"Ini pas ya, saya hitung utuh. Yang jelas ini langsung buat keperluan sekolah anak," terangnya singkat.
Realita di lapangan ini sekaligus mematahkan kekhawatiran yang sempat mencuat mengenai adanya "setoran partai" atau biaya administratif tambahan lainnya. Dengan mekanisme pengambilan langsung oleh orang tua ke bank, celah untuk melakukan pemotongan yang sempat menjadi polemik sebelumnya kini tertutup rapat.
Pihak madrasah pun membuktikan komitmennya dengan mengatur jadwal pencairan maksimal 40 orang per hari agar proses verifikasi dan pendampingan di bank berjalan tertib hingga akhir bulan Januari.
Sebelumnya Kepala MTsN 2 Sragen, Aris Suparlan, angkat bicara memberikan klarifikasi terkait ramainya pemberitaan mengenai dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di lembaganya. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada sepeser pun dana bantuan siswa yang dipotong.
Guna memutus mata rantai fitnah dan tuduhan miring, pihak madrasah mengambil langkah tegas. Aris menginstruksikan agar seluruh wali murid mengambil dana PIP secara mandiri langsung ke bank tanpa melalui perantara pihak madrasah maupun pihak luar lainnya.
Jurnalis Wahono.


Social Header